Cadar Tak Halangi Syahirah Memanjat

PAYAKUMBUH-Bagi Nur Syahirah binti Mohd Ruzaizol, mengenakan cadar adalah prinsip. Namun, cadar tak menghalanginya beraktivitas fisik dan mengikuti olahraga ekstrem, seperti panjat tebing.

Syahirah adalah mahasiswi asal Malaysia yang tengah mengenyam pendidikan di UIN Sumatra Utara. Selama di UIN, ia juga bergabung dengan UKM Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala). Organisasi inilah yang membawanya mengikuti Gladian Nasional XIV di kawasan lembah Harau, Payakumbuh, Sumatra Barat, 22-28 Oktober 2018.

Syahirah memilih divisi panjat tebing bersama 29 peserta lainnya. Dia juga praktik memanjat di tebing karst lembah Harau, meskipun awalnya merasa kesulitan.

“Lembah Harau sangat cantik dan memang sesuai untuk rock climbing. Jalur yang saya coba tadi agak susah mungkin karena first time bagi saya,” katanya.

Namun, kesulitan itu justru membuat Syahirah semakin tertantang. Dia yakin jika terus berlatih dapat memanjat lebih baik. Terlebih dalam Gladian Nasional XIV dia berlatih langsung dengan pemanjat-pemanjat profesional dari FPTI dan para pakar pegiat alam bebas.

Di Malaysia, Syahirah mengaku kerap mengikuti kegiatan pecinta alam. Dia bersyukur memiliki orang tua yang hobi berkegiatan di alam bebas sehingga memberikan izin kepada anaknya untuk melakukan kegiatan serupa.

“Ayah, ibu saya tidak melarang. Kamu tak apa pergi yang penting uang sendiri dan jaga keselamatan,” kata Syahirah menirukan ucapan ayahnya.

Syahirah tak menampik, memanjat tebing dengan mengenakan cadar bukan berarti tidak ada halangan sama sekali. Dia pernah hampir celaka karena tak awas membetulkan posisi cadarnya saat sedang melakukan pemanjatan. Beruntung peristiwa ini dapat teratasi.

“Waktu climbing pernah cadarnya masuk ke dalam (terbelit tali karmantel). Memang safety yang utama,” katanya.

Yang pasti, menurut Syahirah, sebetulnya pakaian yang ia kenakan tidak menghalangi aktivitasnya. Termasuk di lingkungan pencinta alam, Syahirah mengaku prinsipnya tak pernah terganggu.

“Enggak ada masalah karena kebanyakan orang outdoor itu open. Mereka justru jagain saya,” tuturnya.

380Shares
Komentar