Peserta mengikuti materi kepelatihan dalam Kursus Pelatih Level 1 di Yogyakarta

Gelar Kursus Level 1, FPTI Ingin Semua Daerah Miliki Pelatih Berkualitas

 Peserta mengikuti materi kepelatihan dalam Kursus Pelatih Level 1 di Yogyakarta
Peserta mengikuti materi kepelatihan dalam Kursus Pelatih Level 1 di Yogyakarta

YOGYAKARTA – Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) menggelar Kursus Pelatih Level 1, Selasa-Jumat (31/10 – 3/11) di Yogyakarta. Sebanyak 67 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kursus yang diharapkan bisa menghasilkan pelatih panjat tebing berkualitas.

Ketua panitia pelaksana, Amar Syah mengungkapkan, sebelumnya panitia hanya membuka kesempatan untuk 30 peserta. Namun, di luar perkiraan, peminat membludak. “Kami menghargai antusiasme mereka, karena itu kami membuka pintu namun tetap kita batasi jumlahnya hanya 67 orang,” imbuh Amar, Kamis (2/11).

Selama empat hari, para peserta ini wajib mengikuti seluruh materi baik materi ruang maupun materi lapangan. Materi ruang meliputi “pre test” dan materi kepelatihan lain yang diberikan oleh para pelatih ternama seperti Hendra Basyir dan Judistiro. Ada pun materi lapangan, para peserta kembali diuji untuk melakukan pemanjatan di venue panjat tebing komplek Stadion Mandalakrida, Yogyakarta.

 Peserta melakukan simulasi pemanjatan dalam Kursus Pelatih Level 1 di venue panjat tebing komplek Stadion Mandalakrida, Yogyakarta
Peserta melakukan simulasi pemanjatan dalam Kursus Pelatih Level 1 di venue panjat tebing komplek Stadion Mandalakrida, Yogyakarta

Kursus Pelatih Level 1 merupakan salah satu kursus yang wajib diikuti jika seseorang ingin menjadi pelatih di tingkat kabupaten. Namun, tidak serta merta setelah mengikuti kursus ini mereka bisa mendapatkan lisensi pelatih. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP FPTI Caly Setyawan mengungkapkan, PP FPTI mesnyaratkan beberapa hal yang harus ditempuh seseorang untuk menjadi pelatih. “Selain kursus ini, mereka juga harus mengikuti pelatihan lain dan juga workshop untuk mendukung kompetensi dia sebagai pelatih. Baru setelah itu, PP FPTI bisa mengeluarkan lisensi kepelatihan,” terang Caly.

Secara khusus, Caly menginginkan Kursus Pelatih Level 1 ini bisa menjadi model sehingga peserta yang datangd ari berbagai daerah ini bisa membawa pulang ilmu dan penngetahuan tentang kepelatihan yang sama ketika kembali ke daerahnya. “Dengan begitu tidak ada ketimpangan dan atlet akan mendapatkan asupan ilmu yang sama,” imbuh Cally.

Senada dengan Caly, Ketua Umum PP FPTI Faisol Riza mengharapkan agar peserta kursus bisa mengaplikasikan ilmu kepelatihan yang mereka bawa pulang ke daerah masing-masing. Karena, harus diakui, di beberapa daerah terdapat banyak atlet panjat tapi minim pelatih. “Kita ingin semua daerah memiliki pelatih berkualitas sehingga atlet-atlet dapat berkembang,” terang Riza.

Share This
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •