Media

Pembuatan Jalur Pelatnas II di Tebing Harau - SUMBAR

Kolaborasi Pelatnas dan Bidang Tebing Alam PP FPTI Buat Jalur Baru di Lembah Harau

PP FPTI membawa sebagian atlet Pelatnas ke lembah Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, untuk fokus berlatih lead. Empat atlet plus dua sparring partner digembleng selama dua pekan di kawasan yang dikenal sebagai salah satu big wall spot Indonesia itu.

Tim Pelatnas pra-Olimpiade Tokyo 2020 ini juga bekerja sama dengan Bidang Tebing Alam PP FPTI. Mereka membuat beberapa jalur baru di tebing Andaleh, yakni jalur Pelatnas I, jalur Pelatnas II, dan jalur Alhamdulillah.

Pembuatan Jalur Alhamdulillah di lembah Harau - SUMBAR
Pembuatan Jalur Alhamdulillah di lembah Harau – SUMBAR

Kabid Tebing Alam PP FPTI Setyo Dibyo menjelaskan, Harau dipilih sebagai lokasi latihan dan pembuatan jalur baru karena grade (tingkat kesulitan pemanjatan) dikenal tinggi. Selain itu, sebagai big wall spot, banyak alternatif jalur yang bisa dieksplor di Harau.

Baca juga  Nomor Speed Akan Dimainkan di Olimpiade Paris 2024, Indonesia Bidik Emas

“Di Harau total ada sekitar 60 jalur yang aktif dipanjat sama teman-teman, dari grade rendah sampai grade tinggi,” ujar Setyo, Minggu (7/7/2019).

Setyo menyebut, pihaknya sudah lama melakukan pemetaan di tebing Andaleh, kawasan Lembah Harau, untuk pembuatan jalur baru. Hanya saja detil mengenai titik dan pengaman, baru diputuskan sehari sebelum pemanjatan.

“Kolaborasi antara Bidang Tebing Alam dan Pelatnas di Harau ada jalur Alhamdulillah dengan tingkat kesulitan 5.12B/7 bolt. Kalau di sekitar Andaleh sudah kita bikin dengan tingkat kesulitan 5.11/7 bolt untuk jalur Pelatnas I dan 5.12/7 bolt untuk jalur Pelatnas II,” tuturnya.

Baca juga  Aries Dkk Ikuti Kejuaraan Dunia Panjat Tebing, Target Juara di Speed
Pembuatan Jalur Pelatnas II di lembah Harau - SUMBAR
Pembuatan Jalur Pelatnas II di lembah Harau – SUMBAR
Rata-rata tinggi jalur tersebut sekitar 12 meter. Setyo juga menjelaskan kisah dibalik penamaan jalur Alhamdulillah.

“Dari proses pembuatannya dengan pegangan yang sangat kecil-kecil, akhirnya dapat pegangan yang besar. Begitu dapat pegangan besar kita sebut alhamdulillah karena kita dapat bonus gitu,” urai pria asal Yogyakarta ini.

Para atlet Pelatnas dan pemanjat lokal antusias menyambut jalur baru tersebut. Sebab selama ini penambahan jalur di Harau sangat sedikit.

Supported by

Supported by CONSINA