Media

Pelatnas Panjat Tebing Pra-Olimpiade Tokyo Resmi Dibuka di Jogjakarta

PP FPTI kembali memilih Jogjakarta sebagai homebase pemusatan latihan nasional (pelatnas) bagi Timnas Panjat Tebing Indonesia. Mengingat Jogjakarta merupakan kawah candra dimuka Pelatnas Asian Games 2018 yang telah terbukti menelurkan 3 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.

Pembukaan Pelatnas dipimpin oleh Wakil Ketua FPTI Ferry Ardiyanto di kompleks panjat tebing, Stadion Mandala Krida, Jogjakarta, Sabtu (30/3/2019).

10 Penggawa atlet telah terpilih untuk berebut tiket di Olimpiade Tokyo 2020 yang akan memainkan nomor combine (speed, lead, dan boulder). Ferry menyebut, kesepuluh atlet ini terpilih setelah melalui berbagai seleksi nasional selama 2018 dan menduduki peringkat-peringkat terbaik.

Baca juga  Aries si Spiderwoman Juara 2 Dunia di Wujiang

Mereka adalah Aspar Jaelolo, Temi Teli Lasa, Fathur Roji, Alfian M Fajri, Rivaldi Ode Wijaya, Nurul Iqamah, Aries Susanti Rahayu, Salsabillah, Chairul Ummi dan Agustina Sari.

Para atlet ini telah mengikuti Pelatnas sejak Februari 2019. Terdekat, mereka akan digembleng selama sekitar 1,5 bulan untuk try out dan training camp di Eropa dan China.

“Try out di Eropa ini penting untuk menggembleng atlet. Karena kalau kita ketemu juara dunia, mental kita akan lebih keras,” ujarnya.

Ferry menjelaskan, pertandingan pra-Olimpiade akan digelar di Prancis pada November 2019. Selama kurun waktu sekitar 6 bulan ini, para atlet akan digembleng keras di Swiss, Jerman, Rusia, dan China.

Baca juga  Indonesia Juara Dunia di IFSC Climbing Chongqing, China

“Kalau serius, dengan kerja keras atlet, pelatih, official, dan semua tim, prestasi itu pasti bisa kita kejar,” kata Ferry.