Sejarah Tercipta, Putra Tri Ramadani Puncaki Kualifikasi Lead World Climbing Series Praha
Sebuah sejarah tercipta bagi dunia panjat tebing Indonesia khusunya nomor lead. Putra Tri Ramadani berhasil menduduki peringkat pertama dalam babak kualifikasi Lead World Climbing Series Praha, Ceko, Kamis (4/6).
Dalam babak kualifikasi, Putra mampu menduduki peringkat pertama dengan skor 1,73. Ia pun berhak melaju ke babak semifinal bersama 23 atlet lainnya yang berasal dari berbagai negara.
Penampilan Putra patut diacungi jempol dalam babak kualifikasi ini. Atlet peringkat 11 dunia kategori lead itu pun mampu mengungguli atlet-atlet top dunia seperti Alberto Gines Lopes (peringkat satu dunia), Satone Yoshida (peringkat dua dunia), Dohyun Lee (peringkat tiga dunia), Neo Suzuki (peringkat empat dunia), dan Sorato Anraku (peringkat lima dunia).
Dalam kualifikasi Lead World Climbing Series Praha, peringkat kedua diduduki Sorato Anraku dari Jepang dengan skor 1,87. Menyusul di peringkat ketiga yakni Alberto Gines Lopez dari Spanyol dengan skor 3,46. Adapun Neo Suzuki dan Satone Yoshida dari Jepang berada di peringkat empat dengan skor 4,58 dan peringkat lima dengan skor 6,24. Sementara, Dohyun Lee dari Korea Selatan berada di peringkat 14 dengan skor 14,14.
Sayangnya, kesuksesan ini tak dialami wakil Indonesia lainnya yakni Ravianto Ramadhan dan Raviandi Ramadhan. Ravianto harus puas berada di posisi 36 dengan skor 34,21, sedangkan Raviandi berada di peringkat 42 dengan skor 36,77.
Sementara itu, di lead putri Indonesia juga berhasil meloloskan satu atletnya ke babak berikutnya. Alma Ariella Tsany sukses mengamankan peringkat 11 dalam kualifikasi dengan skor 13,16. Namun, wakil Indonesia lainnya Lintang Cahyani Sukma gagal lolos karena hanya mampu bertengger di peringkat 64 dengan skor 59,95.

©? Lena Drapella/World Climbing
Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia Wahyu Pristiawan Buntoro mengungkapkan pencapaian ini menjadi penanda bagus bagi olahraga panjat tebing Indonesia. Diharapkan hasil yang baik juga terjadi di babak semi final yang akan digelar Minggu (7/6).
“Ini adalah penanda bagus bagi Putra dan Alma sekaligus panjat tebing Indonesia bahwa kami semakin siap menghadapi Asian Games dan World Climbing Series berikutnya,” ujar dia.

