Srondeng Kunci Tempat di Final Lead World Climbing Series Innsbruck
Putra Tri Ramadani alias Srondeng kembali berhasil masuk babak final disiplin lead. Kali ini, ia mengunci tempat di final lead World Climbing Series Innsbruck, Austria yang digelar Minggu (21/6).
Pada kualifikasi, Putra ” berhasil duduk di peringkat tujuh dengan skor 7,5. Total diambil 24 atlet yang berhak melaju ke semifinal. Perjuangannya berlanjut di semifinal. Dengan upaya maksimal, Putra berhasil menduduki peringkat enam dengan poin 39+. Ia termasuk dalam delapan atlet yang berhak lolos ke final.
Lolosnya Srondeng ke final semakin membuktikan Indonesia mulai berbicara di nomor lead. Harapan untuk menggapai gelar juara pun semakin besar. Diharapkan Putra mampu tampil prima di final dan kembali mengulang kejayaan ketika meraih emas pada World Climbing Series Praha, Ceko, 3-7 Juni 2026.
Pelatih Timnas Panjat Tebing Indonesia Amri mengatakan lolosnya Srondeng murni merupakan hasil kerja kerjas. “Kembali masuk final ini bukan sebuah kebetulan. Tapi, ini murni kerja keras. Tinggal lebih tenang dan fokus lagi di final nanti,” ungkap dia.
Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia Wahyu Pristiawan Buntoro mengatakan apa yang dicapai Srondeng semakin menguatkan posisi Indonesia di mata dunia. “Apapun hasil di final nanti, yang pasti Srondeng sudah memberi sinyal kepada negara lain tentang kekuatan baru di nomor lead,” ujar dia.
Selain Srondeng, terdapat dua atlet putra lainnya yang turun di nomor lead pada seri ini. Mereka yakni Ravianto Ramadhan dan Raviandi Ramadhan. Sayangnya, keduanya gagal lolos ke babak berikutnya.
Raviandi harus menyudahi perjuangannya di babak kualifikasi karena hanya mampu menduduki peringkat 49 dengan skor 48,93. Sementara, Ravianto duduk di peringkat 52 dengan skor 50,87.
Di nomor putri, Alma Ariella Tsany juga berhasil lolos ke babak semifinal lead. Pada babak kualifikasi, Alma mampu mengamankan tiket ke semifinal setelah menduduki peringkat 23 dengan skor 23,1. Namun, ia gagal melanjutkan perjalanan ke final karena hanya bertengger di peringkat 18 dengan poin 18+.
Atlet putri lainnya, Sukma Lintang Cahyani terhenti di babak kualifikasi karena hanya mampu bertengger di peringkat 62 dengan skor 58,79.

