Media

Putra Tri Ramadani Harus Puas di Peringkat Empat Lead World Climbing Series Innsbruck

Atlet panjat tebing Indonesia Putra Tri Ramadani harus puas berada di peringkat empat dalam final disiplin lead World Climbing Series Innsbruck, Austria, Minggu (21/6) waktu setempat.

Dalam babak final, Putra alias Srondeng berupaya maksimal untuk mendapatkan skor terbaik dalam pemanjatan. Ia mampu mencapai skor 40+. Sayangnya, skor tersebut tak cukup untuk mengantarkannya mendapatkan medali.

Meskipun belum bisa mengulang kejayaan di Praha, Ceko, Putra sudah berusaha tampil dengan maksimal. Capaian ini merupakan hasil kerja keras Putra.

Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia Wahyu Pristiawan Buntoro mengatakan konsistensi Srondeng masuk ke babak final semakin menunjukkan Indonesia semakin berbicara di nomor lead. Ke depannya, diharapkan hasil yang dicapai bisa semakin baik.

“Hasil lead di seri Praha dan Innsbruck jadi momentum bagus yang harus terus dijaga menuju LA2028,” ujar dia.

Jejak Srondeng pun diharapkan bisa menginspirasi atlet-atlet muda lainnya untuk berprestasi di nomor lead di kancah dunia. Sehingga, atlet panjat tebing Indonesia tak hanya bisa meramaikan nomor speed, tetapi juga lead dan boulder.

Medali emas nomor lead putra dimenangkan Neo Suzuki dari Jepang dengan skor 42+. Medali perak diraih Alberto Gines Lopez dari Spanyol dengan skor 42+ dan perunggu direbut Jakob Schubert dari Austria dengan skor 42.

Sementara di nomor putri, medali emas diraih Janja Garnbret dari Slovenia dengan skor 44. Medali perak diraih Annie Sanders dari Amerika Serikat dengan skor 38+ dan medali perunggu diraih Chaehyun Seo dari Korea Selatan dengan skor 36+.