Media

Putra Tri Ramadani Sabet Perunggu di World Climbing Series Chamonix

Putra Tri Ramadani, atlet panjat tebing Indonesia kembali berhasil mencetak prestasi. Kali ini, ia membawa pulang medali perunggu disiplin lead di World Climbing Series Chamonix, Prancis, Senin (13/7) dini hari.

Putra alias Srondeng menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang bisa melaju ke babak semifinal dan final. Putra berusaha dengan maksimal untuk memgamankan gelar. Putra berhasil mencapai titik 38+ dan berhak atas medali perunggu.

Pada lead putra, medali emas diraih Alberto Gines Lopez dari Spanyol setelah berhasil mencapai titik 39+. Sementara, medali perak diraih Luka Potocar dari Slovenia yang juga mencapai titik 38+, sama seperti Srondeng.

Potocar lmengungguli Putra Tri Ramadani dari Indonesia yang juga mencapai titik pegangan yang sama namun harus puas dengan medali perunggu akibat aturan countback.

Di nomor putri, Annie Sanders dari Amerika Serikat menjadi pemenang dengan mencapai titik 52+. Perak diraih Aleksandra Totkova dari Bulgaria dengan skor 48 dan perunggu diraih Chaehyun Seo dari Korea Selatan dengan skor 47+.

Pelatih Lead Timnas Panjat Tebing Indonesia Amri mengatakan pencapaian ini menunjukkan konsisistensi Srondeng di nomor lead. “Dengan naik podium tiga, setidaknya ini menunjukkan konsistensi performa Srondeng. Ini yang harus kita jaga terus,” ujar dia.

Dengan meraih peringkat tiga, poin Srondeng pun semakin meningkat. Ia kini menduduki peringkat tiga dunia kategori lead sepanjang 2026. Srondeng mengumpulkan skor 2.680. Peringkat pertama diduduki atlet Jepang, Neo Suzuki dengan skor 3.130 dan peringkat dua diduduki Alberto Gines Lopez dengan skor 2.910. Adapun Luka Potocar menduduki peringkat empat dengan skor 2.145.