Media

685 Atlet Semarakkan Turnamen Terbuka Panjat Tebing Piala Panglima TNI

Sebanyak 685 atlet turut meramaikan turnamen terbuka panjat tebing Piala Panglima TNI 2026 yang digelar di Venue Panjat Tebing Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, 15-19 September 2026.

Jumlah tersebut terdiri 364 atlet putra dan 321 atlet putri. Mereka berasal dari berbagai klub yang berbeda dari 21 provinsi di Indonesia.

Ratusan atlet akan berebut medali dari nomor lead dan speed yang dilombakan. Mereka berlomba dengan terbagi dalam 24 kategori peserta. Kategori tersebut yakni, lead umum putra, lead umum putri, lead U19 purtra, lead U19 putri, lead U17 putra, lead U17 putri, lead U15 putra, lead U15 putri, lead U13 putra, lead U13 putri, lead U11 putra, dan lead U11 putri.

Kemudian, di nomor speed terbagi dalam kategori speed umum putra, speed umum putri, speed U19 purtra, speed U19 putri, speed U17 putra, speed U17 putri, speed U15 putra, speed U15 putri, speed U13 putra, speed U13 putri, speed U11 putra, dan speed U11 putri.

Turnamen yang dibuka oleh Danrem Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono ini merupakan Piala Panglima TNI kedua setelah sebelumnya digelar di Jakarta pada 2024. Turnamen kali ini diselenggarakan oleh Korem 072 Pamungkas DIY dalam rangka HUT TNITahun1 Tahun.

Turnamen ini pun memecahkan rekor dengan jumlah peserta terbanyak dan hadiah terbesar berupa total uang pembinaan Rp610 juta.

Turnamen terbuka ini diharapkan memiliki kontribusi nyata terhadap pembinaan para atlet. Diharapkan ajang ini mampu menjadi wadah para atlet yang sudah berlatih keras untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ajang ini juga diharapkan mampu menjadi wadah pembibitan atlet-atlet berbakat.

Pristiawan Buntoro, Sekretaris Umum PP FPTI mengatakan lomba yang digelar sangat bermanfaat. Terutama untuk pembinaan anak usia dini.

“Ini adalah ruang-ruang yg dibutuhkan olahraga panjat tebing untuk pembinaan utamanya di usia dini. Lomba serupa kami harap juga bisa digelar oleh Polri atau lembaga-lembaga negara lainnya,” ujar dia.

Sunarno, salah satu orang tua atlet asal Jogja event tersebut memiliki manfaat yang luas. “Ini bukan sekadar lomba. Tapi, ajang bagi klub dan orang tua atlet bertemu dan berdiskusi tentang model pembinaan,” ujar dia.