Media

Ardana Cikal Bawa Indonesia Pertama Kali Tembus Final Boulder di Ajang Internasional

Hasil mengejutkan kembali diberikan atlet muda panjat tebing Indonesia di kancah Internasional. Ardana Cikal Damarwulan berhasil masuk babak final boulder under 17 (17) World Climbing Youth Championship Arco, Italia. Ini menjadi kali pertama Indonesia mampu lolos ke babak final boulder dalam kompetisi internasional.

Cikal bermain dengan baik dalam babak kualifikasi dan babak semifinal, Jumat (24/7). Di babak semifinal, ia berhasil bertengger di peringkat enam. Cikal mengumpulkan poin 69,5. Berkat poin tersebut, Cikal berhak melaju ke babak final bersama tujuh atlet lainnya yang berasal dari berbagai negara.

Di babak final, Cikal berusaha semaksimal mungkin. Namun, ia hanya mampu mengumpulkan skor 19,9. Ia pun harus puas berakhir di peringkat ketujuh.

Nomor boulder U17 dimenangkan atlet panjat tebing dari Jepang Kazuki Nakata dengan skor 99,3. Medali perak dimenangkan juga oleh atlet Jepang Taketo Saiki dengan skor 74,7 dan perunggu diraih atlet panjat tebing Korea Selatan Hayool Lee dengan skor 59,5.

Meski demikian, apa yang dicapai Cikal merupakan hal yang sangat menggembirakan. Apalagi, ia merupakan atlet muda harapan Indonesia yang masih bisa berkembang.

Pelatih Lead Panjat Tebing Indonesia Amri mengatakan, hasil ini sekaligus menjadi penanda potensi yang dimiliki Indonesia. Indonesia semakin berbicara di semua disiplin panjat tebing. Tak hanya di nomor speed, tetapi nama Indonesia juga mulai berdengung di disiplin lead dan boulder.

“Ini sangat menggembirakan sekaligus menjadi sinyal bahwa kita (Indonesia) memiliki potensi di nomor boulder yang selama ini dianggap tertinggal dibanding Jepang dan negara-negara Eropa,” ungkap dia.

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengirimkan dua atlet mudanya untuk berkompetisi di World Climbing Youth Championship Arco, Italia, 18-25 Juli 2026.

Kedua atlet yang akan bertanding yakni Ardana Cikal Damarwulan dan Haddan Malik Baqmuhyibar. Cikal turun di dua disiplin yakni lead under 17 (U17) putra dan boulder U17 putra. Sementara, Haddan berkompetisi di nomor speed under 19 (U19) putra dan berhasil membawa pulang medali perak.

FPTI berharap ajang internasional ini mampu menambah pengalaman berharga bagi para atlet. Kompetisi ini juga ditujukan untuk menambah jam terbang yang diperlukan atlet untuk berkembang dan menguatkan mental.