Media

Empat Atlet Panjat Tebing Lolos ke Putaran Final, Aditya Cetak Rekor Asian Games

Sebanyak empat atlet panjat tebing Indonesia berhasil mengamankan tiket ke putaran final nomor speed empat jalur Asian Games 2026, Rabu (30/9). Tak hanya itu, Aditya Tri Syahria pun berhasil mencetak rekor Asian Games saat melakoni kualifikasi dengan catatan waktu 4,62 detik.

Keempat atlet yang melaju ke putaran final yakni Aditya Tri Syahria, Veddriq Leonardo, Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan Berthdigna Devi Surya Kusuma.

Pada babak kualifikasi, Aditya berhasil menduduki peringkat pertama sekaligus memecahkan rekor Asian Games dengan catatan waktu 4,62 detik. Sementara, Veddriq menduduki peringkat lima dengan catatan waktu 4,78 detik. Adapun rekor Asian Games sebelumnya di Guangzhou, Tiongkok dipegang oleh Veddriq Leonardo dengan catatan waktu 4,95 detik.

Aditya dan Veddriq akan melakoni putaran final mulai dari perempat final pada Kamis (1/10). Mereka akan bersaing dengan 14 atlet lainnya. Pada perempat final, 16 atlet tersebut dibagi ke dalam empat kelompok (heat) untuk memperebutkan tiket ke semifinal.

Pada perempat final, Aditya berada di heat satu dan Veddriq berada di heat dua. Aditya akan bersaing dengan Jinyong Jo dari Korea Selatan, Shuto Fujino dari Jepang, dan Chi Fung Au dari Hongkong. Sementara, Veddriq harus bersaing dengan Amir Maimuratov dari Kazakhstan, Damir Toktarov dari Kazakhstan, dan Ezell Qing Wei Low dari Singapura.

Pada babak kualifikasi hari sebelumnya, Selasa (29/9) dua atlet putri terlebih dahulu lolos ke putaran final. Desak Made menduduki peringkat tiga dengan catatan waktu terbaiknya dari empat kali pemanjatan di empat jalur yakni 6,29 detik. Sementara, Berthdigna berada di peringkat lima dengan catatan waktu terbaik 6,49 detik.

Peringkat pertama diduduki atlet Tiongkok, Lijuan Deng dengan catatan waktu 6,23 detik. Ini sekaligus menjadi rekor dalam Asian Games. Sementara, peringkat dua diduduki atlet Korea Selatan Jimin Jeong dengan 6,25 detik.

Total ada 16 atlet yang lolos ke babak berikutnya, Rabu (30/9). Pada perempat final, Berthdigna berada di heat dua. Ia akan bersaing dengan tiga atlet lainnya yakni Eilin Tan dari Singapura, Yafei Zhou dari Tiongkok, dan Adeliya Utesheva dari Kazakhstan.

Desak Made akan berlomba di heat empat pada perempat final. Ia akan menghadapi Tamara Ulzhabayeva dari Kazakhstan, Hanareum Sung dari Korea Selatan, dan Jeanette Frances Koh dari Singapura.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenni Wahid mengapresiasi upaya yang dilakukan para atlet. Ia melihat, para atlet speed baik putra maupun putri tetap mampu menunjukkan kekuatan dan catatan waktu yang luar biasa.

“Kita berharap, pada final speed putri malam ini (Rabu), kita bisa mendapatkan medali. Mudah-mudahan kita bisa mendapat medali emas,” ujar dia.

Mengenai rekor yang dipecahkan Aditya, Yenni mengaku sangat kagum dengan kemampuan para atlet muda. Panjat tebing memiliki atlet-atlet yang berbakat baik senior maupun junior. “Kita punya banyak stok baik senior yang salah satunya tampil dan dapat medali Olimpiade, dan juga junior yang catatan waktunya melebihi atlet senior,” ujar dia.

Yenni berharap para atlet yang lolos ke putaran final bisa memberikan hasil yang terbaik. Ia juga berharap, setiap atlet bisa membawa pulang medali untuk Indonesia.

Selain, speed empat jalur juga digelar semifinal boulder putra. Namun, wakil Indonesia Raviandi Ramadhan dan Ravianto Ramadhan gagal melaju ke babak berikutnya.