Media

Medali Emas ke-3 dari Nurul Iqamah di Asian Championship 2019

Asian Championship 2019 benar-benar menjadi ajang bagi atlet panjat tebing Indonesia untuk menunjukkan performa maksimalnya. Tak hanya dominan di speed, nyatanya Indonesia juga mampu meraih emas di nomor combined putri.

Adalah atlet asal NTB, Nurul Iqamah, yang berhasil meraih medali emas di nomor combined, Sabtu 10/11) di Stadion Pakansari, Bogor. Beberapa hari yang lalu, Nurul juga berhasil meraih emas di nomor speed perorangan putri dan speed relay.

Asian Championship 2019 - Final Combined Putri - Lead
Asian Championship 2019 – Final Combined Putri – Lead

Nurul memperoleh total poin sebanyak 12. Angka itu terkumpul dari lead yang berada di peringkat 4, boulder di peringkat 3, dan speed di peringkat 1. Ketiga peringkat tersebut dikalikan sehingga Nurul memperoleh poin 12, poin tertinggi di combine putri kali ini.

Baca juga  147 Atlet Berebut Tiket PON di Pra-PON Zona 3

Di final lead, Nurul meraih poin 15+ , final boulder 1top 3 zone 1 3 , dan final speed peringkat 1.

Untuk medali perak diraih atlet asal Jepang, Nanako Kura, yang meraih total poin 15. Dengan rincian final lead peringkat 5 (jumlah poin 14+),  final boulder peringkat 1 (jumlah poin 2top 3zone 2 3), dan final speed peringkat 3.

Sedangkan medali perunggu diraih oleh Hung Ying Lee, atlet asal Chinese Taipei dengan total poin 24. Lee mendapat peringkat 3 di final lead (jumlah poin 18), peringkat 2 di nomor boulder (jumlah poin 2top 3zone 3 3), dan peringkat 4 di final speed.

Asian Championship 2019 - Final Combined Putri - Speed
Asian Championship 2019 – Final Combined Putri – Speed

Melihat pencapaian ini, pelatih Timnas Panjat Tebing Judistiro menyebut, pencapaian Nurul melebihi ekspektasi. Dia awalnya tak menyangka Indonesia bisa meraih medali di nomor combine.

Baca juga  Gemilang Prestasi Nurul Iqamah: Raih 6 Emas di Pra-PON Zona 3

“Sebenarnya untuk nomor combine kami mau lohat sejauh mana progress dari latihan di Pelatnas, apakah mereka mampu bersaing dengan atlet-atlet dari negara lain, khususnya Jepang dan Korea, juga China,” kata Judistiro.

Mengingat selama ini di level Asia, nomor lead dan boulder dikuasai oleh Jepang dan Korea. Namun atlet-atlet Timnas rupanya mampu menunjukkan prestasi mereka di nomor yang bukan jadi andalan Indonesia.

“Kami bersyukur sekali prestasi Nurul ini melebihi ekspektasi. Sebenarnya tidak hanya Nurul, termasuk Ragil yang kemarin dapat perunggu di nomor lead itu juga membanggakan,” kata pria yang akrab disapa Pak Bo ini.